My Blog My Real

Sebuah Catatan Perjalanan Mengejar Mimpi


Leave a comment

PBL PADANG in Memoriam

Mengenang saat lebih setahun sudah terlewat dari masa-masa itu

Sebuah perjalanan pengabdian, mencoba mengaplikasikan segala ilmu yang diperoleh selama hampir tiga tahun menuntut ilmu di dalam ruang kelas yang nyaman, meski sedikit panas (waktu itu belum ada AC ya ^^).

Mewujudkan sebuah bukti nyata pengabdian terhadap masyarakat, terkhusus masyarakat Padang Pariaman, Kecamatan Patamuan. Kecamatan dengan desa-desa di dalamnya, desa yang merasakan keganasan gempa Padang 30 September 2009. Menyisakan saksi-saksi hidup dengan segala kisah yang luar biasa. Kisah yang semakin menunjukkan kekuasaan Allah Yang Maha Kuasa, tapi juga menyisakan saksi-saksi mati, yang hingga kini masih ratusan terkubur rata oleh tanah tanpa pernah diketemukan lagi. 100 orang lebih terkubur disana,  di tempat yang pernah kami injakkan kaki kami. Sebuah pengalaman yang luar biasa bagiku sekaligus mampu membuatku merinding jika mengingatnya.

Padang, ternyata kota yang cantik. Dengan segala keunikannya.

Alamnya indah dengan sawah hijau terbentang, sungai yang bersih, bukit berbaris, udara yang bersih dan sejuk, serta orang-orang yang ramah. Dan tak lupa sate padangnya yang uenak tenan dan murah meriah ^^, serta orang-orangnya yang rancak bana, pernah beberapa kali naik angkot supirnya ganteng-ganteng semua,he… just intermedzo.

Di tempat yang indah itu, kami ternyata bukan hanya mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman, tapi lebih dari itu, kami juga mendapat saudara dan keluarga baru, dan pastinya mendapat banyak sekali kenangan. Kenangan-kenangan yang membuat tersenyum saat mengingatnya sekaligus membuat menangis saat  mengenangnya.

Terima kasih untuk seluruh dosen dan para pembimbing dari LPM untuk bimbingannya kepada kami selama kami disana.

Terima kasih untuk seluruh keluarga di Patamuan atas sambutannya yang begitu hangat, dan perlakuannya yang sudah seperti keluarga sendiri selama kami disana. Semua yang membuat kami seakan berada di rumah sendiri, membuat kami meneteskan tidak sedikit air mata saat tiba waktu kami harus kembali ke kota asal kami.

Terkhusus terima kasih untuk Almarhum Pak Masri yang luar biasa baik di mata kami, anak-anak Bapak dari kelompok 6. Terima kasih Pak,  untuk rumahny a yang kami tempati seperti rumah sendiri, untuk ikannya yang sudah kami pancing dan kami masak, untuk piring dan gelasnya yang sudah kami pakai dan beberapa tidak sengaja kami pecahkan.

Semoga segala kebaikan Bapak menjadi amal ibadah di mata Allah dan semoga Bapak bisa beristirahat dengan tenang di sisi Nya.

Sangat terima kasih untuk seluruh teman-teman dari FISIP, terima kasih mau bersahabat dengan kami, yang mungkin awalnya terlihat aneh di mata kalian. Kami yang datang dengan koper besar dan membawa bantal-bantal kecil ^^.

Dan terutama terima kasih untuk seluruh teman-teman FKM, mungkin moment itu merupakan moment terakhir selama kita kuliah ketika kita bisa berkumpul bersama seluruhnya, tanpa terkecuali.

Dan terkhusus untuk sahabat-sahabatku di kelompok 6. Terima kasih atas semua yang kita alami dan lalui bersama disana. Meski kita tidak jarang berbeda pendapat dan merajuk-merajukan, tapi itu semua tetap menjadi kenangan dan pengalaman yang luar biasa.

Salah-satu hal yang ku dapat, bahwa jika ingin mendapatkan pelajaran kehidupan yang sesungguhnya, maka KELUARLAH, KELUARLAH menuju pada kehidupan yang sesungguhnya.

Saat ini kita sudah mulai menjalani jalan kita masing-masing pada “the real jungle”. Dan semoga setahun lagi, lima tahun lagi, sepuluh tahun lagi dan berapa tahun lagipun semoga sukses untuk kita semua sahabat-sahabat.

Salam Sahabat ^__^

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 3,275 other followers