My Blog My Real

Sebuah Catatan Perjalanan Mengejar Mimpi


Leave a comment

Allah itu Maha Baik, ya..

allah

Allah Maha Baik ya, Sungguh Maha Baik..

“Apalagi kurangnya yang Allah berikan ke dirimu, Nak”
“Jangan tidak bersyukur ya, Nak..”
Nasihat yang seringkali ibuku sampaikan padaku.

Allah itu Maha baik ya, satu persatu doa dan harapanku dikabulkanNya, do’a-do’a yang sekedar terlintas di dalam hati, bahkan harapan-harapan yang sempat terlupakan bahwa aku pernah mengharapkannya.
Tapi, Allah Maha Tahu, Maha Mendengar, Maha Pemurah, mengabulkan do’a-do’a hambaNya.
Ketikapun ada harapan yang belum terwujud, bukan karena Allah tak mendengar, bukan karena Allah tak baik.
Aku yakin, justru karena Allah ingin memberikan yang terbaik, menjawab do’a-do’a itu dengan yang terbaik menurutNya dan pada saat yang terbaik pula menurutNya, karena Allah Maha Tahu apa yang terbaik untuk hambaNya.
Atau, aku yakin, ketika do’a-do’a itu belum terjawab, karena Allah tengah menunggu, menunggu kita bersedia mempersembahkan yang terbaik padaNya, untuk kemudian Allah ganjar dengan yang terbaik pula.

Allah itu Maha Baik ya..
Ketika kita diberikan nikmat, hanya dengan beryukurpun maka akan Allah menambahkan lagi nikmat itu.
Ibaratnya, ketika kita diberikan semangkut bakso, cukup dengan menghabiskan dengan lahap bakso itu dan memberikan sedikit pujian, “Baksonya enak !” maka kita akan diberikan lagi semangkuk bakso, lagi, dan lagi..
Aku malu, setiap saat aku berdo’a, meminta diberikan yang terbaik kepada Allah, sedangkan tanpa dimintapun, Allah selalu memberikan yang terbaik untukku, untuk hambaNya, meski kenyataannya, hambaNya yang seringkali lupa mempersembahkan yang terbaik untukNya.

Aku malu..
Sungguh, Allah itu Maha Baik ya.


2 Comments

a happiness

happy

Bahagia itu,

Ialah ketika mendengar kabar dari mereka, tentang prestasi yang berhasil mereka raih..

Bahagia itu,

Ialah ketika melihat mereka bersemangat menuntut ilmu dan mengejar prestasi…

Bahagia itu,ketika di sore hari berkumpul bersama mereka,

meluangkan waktu membahas aktivitas mereka,

mendengar keluh kesah mereka,

mendengar pertanyaan penuh semangat dari mereka,

mendengar cerita-cerita mereka,

mendengar saran dan kritikan mereka, dan

melihat mereka tertawa dan tersenyum

Tak penting apakah saya ada dan mengisi hati dan pikiran mereka,

Actually, mereka sudah memiliki tempatnya tersendiri di hati saya.

It’s a happiness.

Sering saya berpikir, bahwa ketika saya memberikan pelajaran untuk mereka,

pada saat yang sama, sebenarnya sayalah yang mendapatkan banyak pelajaran dari mereka.

*It’s about my students*

Screenshot1


Leave a comment

The aim

Ketika membersihkan file-file yang ada di dalam komputer, aku menemukan sebuah file, bertanggalkan Februari 2011.

Sebuah file yang bahkan terlupakan olehku, bahwa aku pernah menuliskannya.

Benar ternyata, manusia ialah tempatnya alfa dan lupa.

Namun tidak dengan Allah, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat, Maha Mengetahui, dan aku percaya.

Ia menggenggam do’a-do’a kita, setiap perkataan dan bisikan hati kita.

Dan suatu saat, suatu saat Ia akan menunjukkan bahwa Ia benar, Maha Mendengar, Maha Melihat, Maha Mengetahui.

Ah, dan sekarang aku yang mulai teraliri perasaan khawatir, bahwa Ia pasti akan menagih janji-janji itu, yang pernah terucapkan, tertuliskan olehku.

Screenshot1


2 Comments

KONTEMPLASI

sukses

Mungkin tanpa disadari, seringkali kita mengejar satu hal, yang kita sebut dengan impian, cita-cita, target, obsesi, harapan atau dengan istilah apapun kita hendak menyebutnya.

Satu hal yang dengan seluruh upaya berusaha untuk kita raih,

memeras tenaga,

memangkas usia,

melelahkan hati, dan meletihkan pikiran,

bahkan tak jarang menguras harta kita.

Namun, sempatkah kita untuk sejenak menghampiri hati,

Sekedar untuk bertanya, sungguhkah hal itu yang diinginkan oleh hati kita ?

Akankah begitu telah terwujudkan, mampukah ia menghadirkan kebahagiaan yang kemudian mengalirkan ketenangan dan kedamaian di dalam hati ?

Atau melahirkan kebanggaan, yang kemudian menyisipkan keangkuhan dan kepongahan di hati ini ?

 

Setiap kita, pasti memiliki definisinya sendiri akan kata sukses dan keberhasilan, dan tentu tak mesti sama.

Namun, jikalah boleh untuk ikut mendefinisikan, aku ingin merangkaikan kata sukses dan keberhasilan, menjadi satu untaian kata dengan kebahagiaan, ketenangan dan kedamaian.

Keberhasilan yang begitu kita telah mampu meraihnya, mengizinkan kita untuk memejamkan mata dengan menyisakan ketenangan di hati.

Bukan keberhasilan yang memaksa kita untuk tetap terjaga, terliputi kekhawatiran akan menghilangnya keberhasilan itu ketika mata terpejam. Terliputi rasa enggan untuk kehilangan rasa bangga, meski hanya hitungan detik.

Begitupun aku, yang ketika hendak memulai langkah tuk meraih asa, sering kali terlupa. Lupa untuk sekedar menyapa dan bertanya pada hati, benarkah ini yang ia juga inginkan ? atau hanya sekedar pembuktian, bahwa aku mampu meraihnya.

That’s all.

 


Leave a comment

RINAI HATI

hujanAku yakin,

Hujan adalah berkah dari Nya.

Berkah yang diturunkan oleh Nya ke bumi, untuk seluruh alam semesta

Berkah yang diperuntukkan Nya, bagi seluruh penghuni kolong langit,

bagi dedauanan yang mulai mengering

bagi katak yang riuh bersahutan mengundang hujan

dan tentunya berkah bagi anak Adam yang merindukan hujan.

 

Aku yakin,

Hujan ialah satu wujud kasih sayang Nya, yang Ia turunkan ke bumi.

Untuk seluruh umat manusia, siapapun dia.

Tak hanya bagi adik-adik kecil penjaja ojek payung, ataupun bagi penjual wedang jahe.

Tapi hujan, pastilah juga berkah yang turunkan oleh Nya, bagi penjual es keliling ataupun penjual koran di lampu merah.

 

Karena aku yakin,

di setiap rinai hujan yang jatuh membasahi bumi,

selalu ada berkah yang diturunkan oleh Nya.

 

Karena itu,

berdo’alah pada Nya, menemani setiap rinai yang jatuh ke bumi.

 

Mensyukuri nikmat hujan di sore ini.

Entah mengapa, hujan selalu mampu mengalirkan kesejukan ke dalam hati, dan menciptakan rinai di hati.

 


2 Comments

Duhai ibuku tersayang…

ibuku

Orang-orang yang ada disekelilingku layaknya pelangi, yang mewarnai hidupku,

Namun, orang tua layaknya mentari, yang menyinari hidupku, mengukuhkan betapa berharganya mereka bagiku.

Waah besok hari Ibu ya…

Ya, besok hari Ibu..

Meski jarak memisahkan kami, meski terbentang pulau, gunung, dan lautan yang membentang diantara kami.

Aku rasakan betapa dekatnya hati ini dengan hatinya..

Duhai, ibuku tersayang, bahkan di usia ku yang sudah bukan remaja ini lagipun, aku belum mampu memberikan apa-apa untukmu, meski aku tahu dirimu tak pernah meminta banyak dari ku, dirimu hanya meminta kebahagiaanku, kesuksesanku, keshalihanku, namun untuk diriku sendiri, sama sekali bukan untukmu

Duhai, ibuku tersayang, di usiaku yang tergolong telah dewasa inipun, aku masih belum mampu membuatmu bangga, meski aku tahu engkau selalu menyimpan rasa bangga pada anak-anakmu, tak perduli seberapa seringnya aku menyecewakan dan tak memenuhi harapanmu.

Duhai, ibuku tersayang, aku rasakan betapa dekatnya hati kita, tak jarang, ketika maksud hati ingin menghubungimu, mendengar lembut nan merdu suaramu, ternyata engkau telah lebih dahulu menghubungiku.

Duhai ibuku tersayang, aku rasakan betapa kuat ikatan hati kita, tak jarang, ketika hati ini begitu rindu, ketika pikiran ini tak tentram, bahkan ketika fisik ini tak sehat, engkau seakan tahu dan merasakannya pula, dan segera menghubungiku, justru disaat begitu kuat aku menahan perasaan agar tak menghubungimu, agar tak tertangkap olehmu tentang kondisi putrimu yang sedang tak baik, begitu khawatirnya aku akan tertangkap olehmu kegundahan hati ini melalui getar suara ini, getar suara yang menahan rasa yang membuncah itu, rasa rindu padamu.

Duhai, ibuku tersayang, aku ingat dan akan selalu aku ingat betapa besar rasa cinta dan sayangmu pada putrimu ini. Betapa sedihnya dirimu, begitu melihat putrimu menggunakan baju yang terlihat jahitan/tambalan disana, sedangkan disaat yang sama, engkaupun justru tengah menggunakan baju dengan jahitan dan tambalan yang jelas tertangkap oleh mata.

Duhai ibuku tersayang, esok adalah harimu, harimu sebagai Ibu.

Hari yang justru ketika itu, aku tak mampu duduk di dekatmu, mencium takzim telapak tanganmu dan menatap wajahmu yang telah menampakkan kerutan-kerutan, yang bagiku menambah terlihat cantik dirimu di mataku

Duhai ibuku tersayang, engkaulah seseorang yang selalu mampu membuatku ingin lekas pulang dan menatap wajahmu, namun engkau pula seseorang yang selalu mampu membuatku untuk tetap tegak bertahan disini, menanti waktu terbaik untuk bertemu dengan dirimu, dengan membawa persembahan terbaik dariku.

Duhai, ibu tersayang, begitu seringnya engkau mengatakan padaku, agar tak pergi jauh darimu, agar selalu berada di dekatmu. Meski kenyataannya, keegoanku, ambisiku, impian-impianku, terus membawaku jauh darimu.

Tapi, duhai ibuku tersayang, diakhir semua ini, begitu ingin aku untuk tetap selalu berada di dekatmu, merasakan selalu lembut sentuhanmu, setelah mampu ku bawakan dan ku persembahkan sesuatu untukmu, sesuatu yang terbaik yang mampu ku berikan padamu.

Duhai ibuku tersayang, esok adalah harimu insya Allah, meski tak mampu ku ucapkan langsung padamu.

Esok adalah hari Ibu, Namun, ku tahu, bagimu setiap hari adalah hari anak, sebab setiap hari selalu kau persembahkan yang terbaik bagi anak-anakmu ini.

Duhai Ibu, menatap wajahmu, mengingat kasih sayangmu, merasakan lembut sentuhanmu, membuatku semakin bersyukur, bersyukur dilahirkan sebagai seorang wanita, karena ku ingin seperi dirimu.

Duhai ibuku tersayang…


Leave a comment

not ditto

 

 

Tak sama…

Sungguh tak sama

Bangunan ini disebut dengan ungkapan yang sama, yaitu “ kampus”

Komunitas ini dikenal dengan sebutan yang sama, yaitu “mahasiswa”

Aktivitas ini dikatakan dengan istilah yang sama, yaitu “kuliah”

Orang-orang ini dipanggil dengan sapaan yang sama, yaitu “sahabat”

 

Tapi, tak sama

Sungguh, tak sama

Kampus yang tak sama

Mahasiswa yang tak sama

Kuliah yang tak sama

Sahabat-sahabat yang tak sama

 

Aku tak pernah bermaksud membandingkan

Sungguh, aku tak berani untuk itu

Karena aku hanya berani mengatakan, bahwa ini tak sama

Bahwa, terlalu banyak sudah hal baru yang ku temukan

Sungguh, tak lagi sama

Meski aku sendiripun tak tahu

Apakah akupun, sudah tak lagi sama…

 

Namun, satu dari yang ku yakin masih tetap sama

Kasih sayang dan curahan nikmat dariNya, masih tetap sama

Tetap sama, berlimpah tak terhingga…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 3,283 other followers