My Blog My Real

Sebuah Catatan Perjalanan Mengejar Mimpi

Aku dan Kepingan Puzzle_ku

Leave a comment

Hari ini..

Hari pertama aku menginjakkan kaki di tanah Unsri, dengan status baruku sebagai mahasiswi Universitas Sriwijaya, di hari pendaftaran ulang mahasiswa baru.

Hari pertama dan seorang diri…

Di kota dengan sebuah jembatan yang berdiri di tengahnya,berdiri dengan angkuhnya.

sebuah jembatan bernama ampera,tapi ku sebut jembatan ini dengan sebutan Sang ratu malam. Ya…karena di mataku jembatan ini terlihat begitu anggun dan cantiknya laksana Sang ratu hanya ketika Sang malam datang, namun menjadi kalah dan tunduk pada Sang raja siang.

Dengan yakin ku pilih kota ini sebagai dermaga pelabuhanku untuk meraup ilmu dunia sebanyak-banayaknya. Karena di kota “panas” ini tidak ada satupun teman dan saudara yang kumiliki sebelumnya, baik saudara jauh, saudara dekat, apalagi saudara kandung.

Karena seperti inilah aku, seseorang yang ketika memutuskan tuk membuka lembaran baru dalam kehidupan maka aku ingin baru seutuhnya, termasuk menciptakan image baru bagi sosok diriku, karena itu aq merasa butuh untuk menemukan orang-orang yang baru pula.

Mengukir mimpi-mimpi baru, mengubah mimpi-mimpiku sebelumnya, yang pernah terukir keinginan untuk menjadi seorang dokter,seorang guru, seorang ilmuan, bahkan keinginan yg menggebu-gebu untuk menjadi seorang astronotpun pernah tersentuh oleh akal pikiranku, karena aku begitu mencintai langit, langit dengan segala misteri yg terkandung di dalamnya, I love sky so much, dan ingin menjadi seperti langit di mataku.

Lalu aku kukuhkan dalam hati ini “aku ingin menjadi seorang pejuang kesehatan”

Di kota kerajaan sriwijaya ini pula, aku ingin menciptakan kenangan- kenangan baru, dan berusaha membuang kenangan- kenangan lama yg ku anggap hanya akan memenuhi memori otakku dan tak perlu lagi untuk ku.

Karena seperti itulah aku.

Ketika memasuki dunia SMP di kota yg baru, maka ku tinggalkan kenangan-kenangan SD ku di kota lama yg menjadi tempat kelahiranku.

Ketika menginjakkan kaki di dunia remaja,dan memasuki kehidupan SMA, ku coba pula untuk menghapuskan kenangan- kenangan dunia kanak-kanak ku di SMP. Ku hapus karena ku anggap tak butuh lagi.

Dan sekarang, ketika aku mulai menyentuh dunia pra dewasa (ku anggap ini belum layak dikatakan dewasa)maka sesuai dengan tradisi hidupku akan ku delete kenangan- kenangan masa remajaku dalam kehidupan SMA.

Tidak salah bukan apa yang aku lakukan???

Karena tidak ada yang berhak menyatakannya salah kehidupan orang lain yg menjadi milik orang it sendiri.

Maka sekarang, aku berdiri disini di dunia kampusku,dunia yg baru yang siap kusambut dengan tangan terbuka lebar dan mata menatap berbinar-binar.

Seorang diri aku datang….

karena seperti itulah aku, aku akan datang ke tempat yg pertama kali ku injakkan kaki disana dengan seorang diri, karena dengan itu, baru benar-benar mampu ku rasakan sari pati dari perjalanan itu, menikmati tetes-tetes keringat dalam usaha mengumpulkan kepingan2 puzzle hidupku.

Satu persatu ku kumpulkan kepingan-kepingan puzzle itu…

Dan ternyata dunia kampus menjadi dunia yg terbentuk begitu indah di mataku, tapi juga menjadi dunia yang cukup kejam.

Disini aku bertemu banyak hal, banyak ilmu, banyak orang, banyak pengalaman, banyak saudara, dan juga banyak kenangan..

Perlukah kenangan- kenangan ini aku hapuskan juga kelak saat duniaku di kampus ini berakhir ???

Hhmm…entahlah kenapa aku sekarang merasa begitu banyak kenangan- kenangan yang terlalu sayang untuk ku hapuskan dr memori otakku. Mungkin cukup beberapa saja yang akan ku hapus.

Tiga K sudah kujalani (Kuliah, Kantin, Kos),tapi ku rasakan perasaan kurang itu, aku belum merasa puas dengan tiga K ini. Hingga akhirnya aku terjebak dan terjerat dalam kehidupan organisasi.

Bergulat antara dunia kuliah dan dunia organisasiku, kadang mereka berdamai, namun tak jarang mereka terlihat bertengkar dan saling menyalahkan. Maka tak ayal dua makhluk ini cukup merepotkanku, tak ku pungkiri itu. Ku akui karena aku mungkin belum bisa menjadi seorang wasit yang ahli dan adil dalam menengahi pertandingan hidup ini.

Tak apa semua menjadi proses pembelajaran dalam hidup..

Dunia kampus yang ku jalani benar-benar sukses membentuk siapa diriku, bentuk yang aku sendiri sebenarnya belum mampu mendefinisikan seutuhnya. Kepingan-kepingan puzzle kehidupan kampusku memiliki begitu banyak warna, ada merah, putih, hitam, hijau, kuning, jingga, ungu, dan ku temukan pula kepingan-kepingan puzzle yang berwarna merah jambu, tapi tak banyak kok, sungguh hanya beberapa saja, tak salahkan?? Hei…karena aku juga manusia dan aku juga seorang wanita…

Mau tidak mau semua kepingan-kepingan itu apapun warnanya, harus tetap ku satukan,tanpa terkecuali, jika aku ingin mendapatkan gambaran utuh dari puzzle kehidupanku.

Ingin segera ku temukan semua kepingan puzzle kehidupan kampusku, mendapatkan gambaran utuh, gambaran yang begitu indah pastinya.

Dan memulai usaha tuk mengumpulkan kepingan-kepingan yang lain,di dunia, dunia di luar tembok tua bangunan kampus ini.

Kampus yang penuh warna dan memberi banyak warna, benar bukan kawan???

Author: my BlOg my Real

I'm a bird, I'm a flower, I'm a stone but the real, I'm a human slave of Allah, Inoy Trisnaini, itu namaku. Sudah terlalu banyak komentar tentang nama ini, ada yang mengatakan aneh,unik,lucu,bagus bahkan ada pula yang mengatakan jelek so what ?? it's my name. Mak, aku ialah hamba Allah dengan segala kekurangan dan kelebihanku. aku hanya seorang manusia biasa yang tengah berjuang untuk menjadi bukan manusia biasa, just do the best that I can do.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s