My Blog My Real

Sebuah Catatan Perjalanan Mengejar Mimpi

Kosan Sweet Kosan : Saat Kos Tak Hanya Sebagai Tempat Tinggal

3 Comments

Sedikit kisah dari berjuta kisah lainnya….

Selama berjuang bersama status mahasiswi ini ada 2 tempat kos yang pernah menjadi tempatku bernaung. Kosan pertamaku tertelak tepat di depan kampusku, sangat sepi, berbeda dengan kondisi sekarang yang sudah ramai dan cukup fasilitas umum. Sedangkan dulu saat aku disana, begitu menginjak pukul 4 sore maka setiap  supir angkot yang aku stop akan menggeleng begitu aku sebutkan tujuanku, sehingga tak jarang aku harus pulang berjalan kaki dengan jarak yang lumayan dari jalan bernama timbangan hingga tempat kosku (lupa tepatnya jaraknya tapi bagi yang tau bisa membayangkan bagaimana rasanya). Sehingga aku hanya mampu bertahan selama 1 tahun disana dan akhirnya memutuskan untuk pindah tempat kos. Meskipun tempat kos pertamaku tetap memberi kesan berarti untukku.

Lalu kisah inipun dimulai….(let’s cekidot,he…)

Aku yang baru merasakan hidup ngekos saat kuliah, dan jika awalnya aku atau mungkin juga kamu menganggap bahwa kosan hanyalah tempat untuk beristirahat, sekedar numpang tidur dan makan plus numpang mandi, maka aku dan kamu SALAH BESAR. Karena ternyata, ditempat kosku yang baru, yang kami sebut dengan “Republik Citra” aku menemukan, belajar dan merasakan banyak hal. Bahwa ternyata kosan juga menjadi tempat belajar hidup berdampingan, tempat memupuk persaudaraan dan menjadi tempat menyebarkan dan menegakkan syi’ar-Nya.

Karena itu, jujur perasaan sedih akan ada saat aku menemukan mereka yang aktivis tapi menjadikan tempat kos tak lebih dari sekedar tempat numpang. Maaf sebelumnya sama sekali tanpa bermaksud  merasa lebih baik. Karena aku sendiri, tak jarang pula ketika tugas kuliah memberatkan kepala atau tugas organisasi yang meletihkan hati dan pikiran, maka aku akan menjadi sosok yang acuh tak acuh dengan perubahan yang terjadi di lingkungan kosku atau menjadi cuek dengan kejadian tak biasa di sekitar kos. Tapi ini bukan tentang seberapa sering kita menghadirkan jasad kita untuk tempat kos kita (ntar ujung2nya malah lebih sering mendep di kamar), melainkan tentang bagaimana kita memasukkan dan memberikan ruang untuknya di hati kita. Semoga tak hanya untuk kampus tapi juga kosan, kampung dan kerja(di tempat kerja). Amin ya Allah Amin.

Semoga kita semua diistiqomahkan dan saling mengistiqomahkan

Republik Citra, layaknya republik maka disinipun kami juga punya presiden. Presiden disini ialah Ketua dari Ikatan Remja Mushola Citra, ia yang menjadi saudara sekaligus pemimpin di jalan ini. Awal menetap di republik ini, aku dikejutkan bahwa ternyata aku tak boleh hanya sekedar tinggal disini tapi juga ada tugas yang harus aku tunaikan, ada hal-hal yang harus aku jaga. Di republik ini aku semakin merasakan apa itu persaudaraan.


Life is never flat, sebuah kalimat dari salah-satu iklan makanan di TV.

Iklan itu benar sekali, bahwa hidup itu tidak pernah datar, dan orang malanglah yang menjadikan hidupnya hanya datar-datar saja. Maka seperti itulah kehidupanku disini, 3tahun lebih aku habiskan, ada senyum, tawa dan air mata disana. Senyum manakala melihat rumah kos yang menjadi tempat pengajian rutin kami tiap hari kamis, ramai oleh teman-teman kos putri. Tawa saat bercanda dan berkumpul bersama teman-teman kos di sore hari sembari mengobrol(kalau tidak mau disebut merumpi,he..) atau saat JJS (jalan-jalan sores) mengitari belakang kampus untuk sejenak melepaskan pikiran tentang pusingnnya perkuliahan, dan tentunya tawa saat bergembira menjalani kegiatan/acara santai yang diadakan ikatan remaja mushola (IRMUSH) Citra, juga tawa-tawa bahagia lainnya. Namun juga ada air mata dan kesedihan disana, saat melihat ada teman kos yang semakin “menjauh”, saat berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu tak ada suara adzan bergema di Republik Citra ini, atau saat kejadian “grebek menggrebek” itu harus terulang lagi, atau bahkan juga saat ada adik/teman yang menyatakan lelah “berjuang” disini dan ingin berhenti saja.

Banyak sudah kegiatan bersama yang kami lakukan disini, ada yang berupa acara seperti jalan-jalan pagi, pengajian rutin, lomba 17 Agustus_an, baksos, nonton bareng full hikmah, lomba masak, buka puasa bersama, pengajian akbar, belajar tahsin. Atau kegiatan-kegiatan selingan seperti jalan-jalan sore, kumpul-kumpul, nonton teman-teman main bola(wah kalo yang ini sudah lama bener nggak lagi) atau sekedar ngobrol di kantin sembari mengantri beli makan.

Sungguh aku bahagia menjadi bagian dari “Republik” ini.

Bahagia bukan karena hanya selalu hal benar yang kulakukan, karena disini pula aku belajar melakukan kesalahan yang baik (waduh, disengaja donk salahnya ^_^)

Republik dengan karakter orang-orangnya yang berbeda-beda, tentu saja, karena setiap orang itu adalah unik dan berbeda. Ada yang ramah dan setiap aku lewat akan ditegur, ada yang usil kerjaannya kalau ketemu selalu ngusilin, ada yang baik-baik karena tak jarang memberikan buah tangan untukku, kadang buah, kue, keripik, pempek, gorengan atau baik karena selalu tetap tersenyum setiap kali aku meminta minum atau beras karena kehabisan(ini karena kehabisan lho bukan disengaja), ada juga yang cuek dan pendiem abis, saat aku riang gembira menegurnya ternyata dia selalu hanya membalas dengan seyuman kecil sekali (ah ini mah dasar akunya aja ya yang mau minta lebih,he…)

Tapi apapun itu, berusaha dan merasa menikmati itu semua.

Jadi buat teman-teman atau adik-adik yang belum dapat kos atau mau pindah kos, silahkan datang ke Republik Citra (kok jadi promosi ya,hi….)

Intinya, dimanpun kita sekarang berada dan apapun yang sekarang tengah kita jalani. Maka masukkanlah ia ke dalam hati kita, agar ada ruh dan nyawa disana dan masuk ke dalam hati pula. Agar mampu kita buktikan bahwa life is never flat.

Yuk sama-sama kita belajar dan berusaha menggunakan hati ini ^_^

Sekali lagi, sama sekali tanpa bermaksud merasa lebih baik.

Semoga bermanfaat atau minimal tidak merusak pikiran ^o^

Author: my BlOg my Real

I'm a bird, I'm a flower, I'm a stone but the real, I'm a human slave of Allah, Inoy Trisnaini, itu namaku. Sudah terlalu banyak komentar tentang nama ini, ada yang mengatakan aneh,unik,lucu,bagus bahkan ada pula yang mengatakan jelek so what ?? it's my name. Mak, aku ialah hamba Allah dengan segala kekurangan dan kelebihanku. aku hanya seorang manusia biasa yang tengah berjuang untuk menjadi bukan manusia biasa, just do the best that I can do.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s