My Blog My Real

Sebuah Catatan Perjalanan Mengejar Mimpi

Inspirasi dan Motivasi Itu Ada, Berserakan Dimana-mana

Leave a comment

Inspirasi dan Motivasi Itu Berserakan Dimana-mana

“Inspirasi dan motivasi itu bisa datang dan kita dapatkan dari segala arah”

Sebuah kalimat yang pernah saya dengar, entah berasal dari siapa dan kapan saya pernah mendengarnya,

yang saya ingat hanyalah, bahwa kalimat ini pernah ada dan masuk ke dalam teling saya,

yang akhirnya mulai saya rasakan, bahwa kalimat ini benar-benar ada, hidup dan berdenyut dalam nadi kehidupan saya.

Semua orang, bahkan semua hal dapat kita jadikan sebagai sumber inspirasi dan motivasi dalam hidup kita.

Setujukah engkau kawan ?

Karena sayapun merasakannya, bahwa sumber motivasi itu ada dimana-mana, bahkan berserakan di berbagai tempat. Hanya sekarang, apakah kita mau sekedar untuk memungutnya dan menyimpannya di dalam saku baju kita, atau justru lebih memilih mengabaikan saja atau bahkan menendangnya ke selokan.

Itu pilihan kita kawan, di tangan kita.

Apapun itu, dimanapun itu, bahkan siapapun itu. Jika kita mau, maka ia bisa menjadi sumber inspirasi dalam hidup kita, bahkan menjadi sumber motivasi yang luar biasa untuk meledakkan hari-hari kita.

Sedikit berbagi cerita, saat-saat dimana saya menyadari bahwa sumber motivasi itu bisa datang dari manapun. Orang tua, sahabat, dosen, sebuah foto, sebuah rekaman video bahkan kendaraan bernama bus kota pun pernah terbentuk menjadi sumber inpirasi dan motivasi dalam hidup ini.

Ialah ketika saya mempersiapkan diri untuk mengikuti SPMB, sebuah pilihan pertama  yang jatuh pada Universitas Sriwijaya, sebagai hasil kompromi atas keinginan orang tua yang begitu menentang keinginan saya, untuk merantau mengais ilmu di pulau Jawa.

Tahukah engkau kawan, apa yang menjadi alasan mengapa pilihan itu kahirnya jatuh di kota Palembang ?

Sebuah bus kotalah jawabannya, bus kota yang catnya mulai tampak luntur, pun kaca yang tak sempurna lagi.

Ya, sebuah bus kota, yang mengispirasi saya ketika itu. Ialah ketika melihat mahasiswa-mahasiswa yang tampak berebut, demi mendapat jatah untuk ikut naik ke dalam bus, tak perlulah berharap untuk bisa duduk, mendapat jatah untuk bediri selama perjalananpun tak apalah. Sebuah perjuangan untuk berangkat kuliah, demi mengejar ilmu dan meraih mimpi. Waaw, terlihat begitu keren di mata saya ketika itu, meski saya tak tahu apa yang sebenarnya dilakukan mahasiswa-mahasiswa itu di kampusnya.

Sangat sederhana memang.

Itulah inspirasi, seringkali terbit dari sesuatu yang sangat sederhana, namun mampu melahirkan sesuatu yang luar biasa.

Berlanjut dalam persiapan menghadapi SPMB, hari-hari saya lalui dengan melahap soal-soal SPMB. Tiada hari yang saya lewatkan tanpa kenyang melahap soal-soal ini. Maka hasilnya, seperti saya duga diawal, rasa bosan, jenuh atau malas seringkali datang bertandang.

Hingga suatu hari, saya menemukan sebuah foto dalam memory hp saya.

Sebuah foto, yang sejak padangan pertama mampu membius  mata dan pikiran saya. Sebuah foto yang akan lekas-lekas saya tatap untuk mengusir segerombolan rasa malas dan  jenuh yang datang bertamu.

Kenyataannya, bahwa foto ini bukanlah foto keluarga atau orang tua saya, melainkan sebuah foto jembatan Ampera di malam hari, sebuah jembatan di tengah kota Palembang dengan lampu-lampunya yang berkilauan, dan terpantul cantik pada permukaan air sungai yang mengalir tenang di bawahnya.

Indah sekali..

Benar-benar terlihat begitu indah di mata saya saat itu. Maka jembatan yang terukir di dalam selembar foto itupun akhirnya benar-benar menjadi jembatan motivasi hari-hari saya, bahwa suatu saat saya akan berdiri disana, dengan status saya sebagai mahasiswi Universitas Sriwijaya.

Jembatan yang akhirnya mengantarkan saya duduk di bangku Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya.

Namun, pada masa-masa awal perkuliahan sempat terlintas kebingungan-kebingungan yang melahirkan pertanyaan “Mau apa saya kuliah di fakultas ini ?”, sehingga terpikir oleh saya ketika itu, untuk mengikuti SPMB kembali di tahun depan. Meski sungguh, akan sangat terasa sakit jika mengingat hilang sudah perjuangan saya selama ini.

Hingga akhirnya, hadir di hadapan saya sosok seorang dosen,  seorang dosen, yang kelak tertakdir menjadi dosen pembimbing skripsi saya. Dosen yang setiap kali ia mengajar, selalu mampu membawa mahasiswanya berdiri pada titik kesadaran,terkhusus yang saya rasakan, akan betapa pentingnya peran kami sebagai generasi penerus bangsa ini, peran kami sebagai seorang “Pejuang Kesehatan Masyarakat”.

Saya rasakan, setiap kata-kata yang keluar dari lisannya, selalu tertangkap akan sebuah kebanggaan menjadi bagian dari pejuang-pejuang kesehatan masyarakat. Kata-kata yang menjadi obat mujarab penawar bagi penyakit kebingungan saya. Menusuk langsung ke dalam relung hati dan menjalar pada syaraf-syaraf otak di kepala saya. Meyakinkan kepda saya, bahwa disinilah seharusnya saya berada.

Ia menjadi sosok yang memukau di mata saya saat itu, menjadi wujud nyata inspirasi dan motivasi bagi saya.

Dan hiduppun terus bergulir, bahwa faktanya dalam otak saya perjalanan kuliah  tidak selalu menyenangkan, bahkan bisa saya katakan seringkali rasa bosanlah yang  menguasai. (hadeeeh)

Awalnya, mimpi-mimpi kuliah saya hanyalah sebatas bagaimana mendapatkan nilai yang baik, dan bagaimana dapat segera menamatkannya. Hingga akhirnya saya dipertemukan oleh Tuhan dengan sebuah buku yang kemudian mampu memberi sebuah inspirasi bagi saya.

Sebuah buku motivasi berjudul Edensor. Sudah pernah mendengar dan membacanya bukan kawan ?

Tanpa saya sangka, ternyata buku ini sedemikian kuat mencengkeram alam pikir saya. Menjadikan inspirasi bagi saya bahwa ”saya ingin melanjutkan kuliah di luar negeri ” dan bertambah kuat motivasi itu saat saya menemukan sebuah video rekaman dosen yang seorang lulusan sebuah universitas di negeri kangguru. Video yang sebenarnya bukan diperuntukkan bagi saya, karena video itupun saya ambil diam-diam dari profil di facebook beliau (maaf ya bu ^^). Menjadi sumber inspirasi dan motivasi hari-hari saya. Bahkan dialog-dialog dalam buku dan rekaman video itu seakan-akan sudah terhafal kuat oleh saya, karena seringnya saya baca dan dengar.

Namun, manusia tetaplah manusia, rasa malas serta jenuh itu tetap saja gemar menghampiri. Maka pencarian saya akan sumber motivasi lainpun kembali berlanjut, dan ternyata berhenti pada diri seorang teman.

Pertama kali saya jadikan ia sebagai  sumber motivasi hanya karena pernah melihatnya berdiri melompat-lompat saking semangatnya, disamping karena setelah itu saya ketahui banyaknya prestasi yang pernah ia dapatkan dalam bidang karya tulis mahasiswa. Saat itu, ia terlihat sebagai sosok yang begitu bersemangat di mata saya, dengan mengabaikan segala kekurangan yang ia miliki, maka segera saya daulat ia sebagai sumber motivasi kala itu.

Hingga akhirnya, saat saya tercebur dan berenang riang meski kadang timbul tenggelam di dalam lautan organisasipun berawal terinspirasi dari seorang kakak tingkat saya. Terlihat memukau di mata saya, seakan sesuatu yang luar biasa untuk rela menyisihkan waktu, tenaga juga harta yang sungguh  tak seberapa hanya untuk orang lain, yang bahkan tidak dikenal sama sekali.

Terinspirasi dan termotivasi sembari terus berusaha tertatih-tatih memperbaiki niat dan diri.

Setelah berhasil menamatkan skripsi yang menghabiskan waktu berbulan-bulan, dan ternyata dikemudian waktu mendapatkan fakta, bahwa kedua orang tua mengubah pola pikir mereka menjadi sangat tidak mengizinkan saya untuk segera menempuh strata dua begitu menamatkan kuliah. Hal yang cukup pernah membuat saya merasa begitu kehilangan semangat yang sudah lama saya kumpulkan. Hingga akhirnya saya putuskan, untuk mengubah haluan perencanaan hidup pasca kelulusan. Dan segera mencari sumber motivasi yang baru, yang kemudian menemukannya pada sosok seorang sahabat, yang saat ini telihat begitu membanggakan di mata saya, akan semangatnya mencari penghidupan dan membahagiakan orang tua. Membuat saya kembali menatap bercahaya hidup ini.

Dari kesemua ini, sesungguhnya saya hanya ingin mengatakan, bahwa INSPIRASI DAN MOTIVASI ITU ADA, BAHKAN BERSERAKAN DIMANA-MANA. Setiap orang yang saya temui bahkan setiap sahabat yang saya miliki, selalu akan saya ambil satu sisi dalam diri mereka, yang dapat menjadi sumber motivasi bagi saya.

Dan orang tua, ayah dan ibu saya selalu mejadi peringkat teratas sebagai sumber inspirasi dan motivasi dalam hidup ini.

Namun sungguh, sumber inspirasi dan motivasi terdekat ialah berasal dari dalam diri kita sendiri, tanpa perlu mencari keluar. Kita hanya butuh pemantiknya saja dari luar.

Maka di atas itu semua, sumber motivasi yang kekal dan tak akan pernah pudar ialah  Zat Yang Maha Kekal,

Allah Yang Maha Kuasa. Bahwa Allah sesungguhnya dan seharusnya yang menjadi awal sumber dari inspirasi dan motivasi kita dalam hidup ini.

Dalam menjalani kehidupan ini, akan terus mencari dan menemukan sumber-sumber inspirasi dan motivasi itu, dan semoga selalu dalam bimbingan Nya.

Karena di mata saya, inpirasi dan motivasi itu ada dimana-mana, bahkan berserakan di setiap sudut bumi ini. Cukup temukan ia dan simpan di dalam saku hidup kita.

Setiap hari, setiap waktu, adalah perjalanan menemukan inspirasi dan motivasi, dan semoga mampu pula berbagi, berbagi inspirasi, berbagi motivasi.

 

Sekedar berbagi, dari seseorang yang benar-benar merasa belum menjadi siapa-siapa.

Author: my BlOg my Real

I'm a bird, I'm a flower, I'm a stone but the real, I'm a human slave of Allah, Inoy Trisnaini, itu namaku. Sudah terlalu banyak komentar tentang nama ini, ada yang mengatakan aneh,unik,lucu,bagus bahkan ada pula yang mengatakan jelek so what ?? it's my name. Mak, aku ialah hamba Allah dengan segala kekurangan dan kelebihanku. aku hanya seorang manusia biasa yang tengah berjuang untuk menjadi bukan manusia biasa, just do the best that I can do.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s