My Blog My Real

Sebuah Catatan Perjalanan Mengejar Mimpi

Mereka, orang-orang tercinta yang sering terlupakan

Leave a comment

Ana uhibbukifillah…

Aku mencintaimu karena Allah..

Ingin sekali rasanya bisa mengatakan langsung pada ia…

Langsung di depannya, tapi diri ini terlalu malu untuk mengatakannya,

sebab masih terselip sangsi, bahwa sungguhkan hati ini benar-benar tulus mencintainya

Dan ego inipun masih kuat bercokol di ruang hati, untuk dapat mengutarakan padanya, 

mengutarakan bahwa aku mencintainya karena Allah.

Ah, bagaimana bisa aku mengatakan bahwa aku mencintanya..

jika ternyata diri ini masih seringkali dihinggapi rasa cemburu yang tak sewajarnya,

Lalu bagaimana bisa rasa ini dikatakan cinta, jika hati ini masih sering tak sabar atas kesalahan-kesalahan yang khilaf dilakukan olehnya.

Dan bagaimana pula bisa menyebut ini cinta, jika kepentingan pribadi masih seringkali mendominasi ego dibandingkan mengutamakannya

Ya..aku memang belum berani mengatakan bahwa ini cinta, karena aku hanya sedang berusaha untuk belajar mencintainya dan terus belajar untuk lebih mencintainya.

Sungguh, ingin sekali rasanya suatu saat dapat mengatakan ini langsung padanya,

dengan hati yang tulus membulat tentunya..

Mengatakan dengan sepenuh hati “Ana uhibbukifillah”

Aku mencintaimu karena Allah, duhai ukhti..

Ia, mereka, saudari-saudari atas ikatan persaudaraan yang direkatkan iman,

kuat mengikat tonggak yang menjulang menembus batas ikatan darah.

Ah, tapi diri ini tetap saja masih malu, untuk mengatakan bahwa “aku mencintaimu”

Sebab diri ini baru mampu mewujudkannya dalam bentuk kata-kata, justru disaat engkau telah mampu mewujudkannya dalam tindakan nyata….

 

 

Tetesi batu hati

Jembatani jurang kealfaan, dan tak luput

Hujani kasih sayang

Duhai cinta yang terlupa

Terima kasih…

Untuk detik yang kau bagi

Untuk pelangi yang kau ukir

Terima kasih …

Untuk bait-bait sya’ir hidup yang kau lantunkan

Hati berucap, apapun itu…

Terima kasih untuk apapun darimu

Sahabat….

Mereka, “para cinta” yang sempat terlupakan olehku

Terima Kasih Banyak Sahabat-Sahabatku

Author: my BlOg my Real

I'm a bird, I'm a flower, I'm a stone but the real, I'm a human slave of Allah, Inoy Trisnaini, itu namaku. Sudah terlalu banyak komentar tentang nama ini, ada yang mengatakan aneh,unik,lucu,bagus bahkan ada pula yang mengatakan jelek so what ?? it's my name. Mak, aku ialah hamba Allah dengan segala kekurangan dan kelebihanku. aku hanya seorang manusia biasa yang tengah berjuang untuk menjadi bukan manusia biasa, just do the best that I can do.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s