My Blog My Real

Sebuah Catatan Perjalanan Mengejar Mimpi

PenyakitKronikItuBernamaLupa

Leave a comment

“Manusia itu tempatnya khilaf, tempatnya salah”
Halaah, alasan saja itu

“Namanya manusia, wajar donk kalau lupa”
Hadeeh, lupa kok jadi hoby

“Maklumlah faktor umur, jadi mudah lupa”
Sok tua ah,nanti langsung tua beneran, kena deh.

Deg…jawaban-jawaban yang langsung menancap ke dalam hati.

Itulah alasan-alasan yang biasa saya lontarkan,bila telah berhasil melupakan lagi sesuatu hal.
Baik dengan diiringi perasaan bersalah, dan memasang wajah memelas karena telah terbukti bersalah, setidaknya mungkin masih lebih menyentuh hati, dibandingkan dengan para koruptor yang terhormat, begitu telah terbukti dan terdakwa bersalah, namun masih dengan self confidence yang tinggi sembari melambaikan tangan ala Putri Indonesia, dan berkata “terimakasih-terimakasih”

Ataupun ketika saya dengan polosnya sama sekali tanpa ada perasaan bersalah karena telah melupakan hal yang ternyata bagi orang lain dianggap tak pantas untuk dilupakan (tapi memang masih polos kok @_@)

Misalnya saja, ketika saya berhasil lupa dengan seluruh nomor telephone yang pernah saya ingat, seluruh nomor telephone ??

Helloo, bukankah seumur hidup ini, saya baru hanya mampu mengingat satu nomor, yaitu nomor saya sendiri, dan itupun tak jarang membuat saya sempat terdiam dan berpikir sejenak ketika akan mengisi pulsa dan diminta untuk menyebutkan nomor ponsel saya ‘_’! #%$&##$

Atau ketika saya ngotot-ngototan dengan mas penjaga parkir sebuah toko buku, karena menganggap dia tengah bercanda dengan menyembunyikan kunci motor saya yang tertinggal di kontak motor. Meski kenyataannya, kunci motor itu ternyata tertinggal di dekat computer pencari data buku di toko tersebut. @.@” dan saya sukses membuat mas penjaga parkir itu tersenyum meringgis (?)

sudah salah ngotot lagi  @.@”

OK.OK. Sekarang waktunya kita masuk ke dalam pembicaraan yang lebih serius, ini serius lho !!

Engkau tahu kawan, tentang efek bioakumulasi ??

minimal pernah dengar kan !!

Tidak juga ???

Baik..Baik…Saya beri bocoran sedikit. Efek bioakumulasi ialah efek yang bisa menimbulkan suatu penyakit kronik, yang disebabkan oleh eksposure (paparan) bahan berbahaya tertentu.
Penyakit kronik yang disebabkan oleh efek biakumulasi inilah, yang saat ini saya sadari seakan tengah menggerogoti salah-satu organ tubuh saya, organ tubuh itu ialah Otak.

Dan penyakit kronik itu bernama Syndrom demensia degeneratiif lobus fronto (darimana saya dapatkan kalimat ini???), saya sederhanakan saja nama penyakit ini menjadi PELUPA.
Parahnya lagi, ternyata saya menyadari, bahkan menikmati bahwa saya menjadi sangat terkenal diantara teman-teman saya, terutama teman-teman dekat saya , terkenal sebagai seorang penderita penyakit Lupa (Sungguh menyakitkan begitu menyadari, penyakit ini membuat saya merasa lebih tua dari usia saya yang sebenarnya)

Rasanya sudah terlalu banyak kasus yang menjadi menjadi barang bukti akan gejala ini. Supaya tidak penasaran saya beri contohnya. Tapi ingat, don’t try it at home !!!

Kasus pertama :
Adegan terjadi di pelataran sebuah masjid kampus di kota Surabaya, sesaat setelah selesainya acara taklim di masjid tersebut
Tampak dua orang gadis berpapasan di pelataran masjid, Seorang gadis berkerudung merah dan seorang lagi gadis manis berkerudung coklat yaitu saya *__*, menyadari bahwa mereka selesai mengikuti kegiatan yang sama, maka setelah hasil musyawarah akhirnya mereka memutuskan untuk berkenalan (lebay).

Gadis berkerudung merah : Assalammu’alaikum. Boleh kenalan, nama kamu sypa?

Saya : wa’alaikumsalam wr wb. Oh iya, nama saya Inoy Kalau nama kamu?

Gadis berkerudung merah : INOY ?
mungkin nama ini terdengar asing di telinganya, mungkin terdengar sangat unik, kalau tidak mau dikatakan aneh.

Saya : iya benar INOY (dengan sedikit nada penekanan), kalau kamu ?

Gadis berkerudung merah : Rosita. (sembari tersenyum manis)

Saya : waah bagus bener namanya, nama panggilan kesayangannya apa ya ? (sembari tersenyum lebar)
Sok akrab banget ya ^.^!

Gadis berkerudung merah : panggil aja Ros.

Saya : ooh, kalau saya panggil Sita boleh nggak? Biar beda gituh panggilannya..
Halah alasan, ini hanya alibi untuk menghindari penggunaan huruf R, karena saya sangat sadar bahwa salah-satu kelebihan saya ialah kurang fasih menyebutkan huruf R, yang kata orang sangat bagus untuk mengucapkan kalimat dalam bahasa inggris,he…

Rosita (sekarang kan sudah tahu namanya) : boleh, boleh…. (kembali sambil tersenyum manis)
Dan sayapun ikut tersenyum lebar (yes, alibi saya berhasil !!)

Baik kita persingkat, maka prosesi perkenalanpun berakhir.

Bergegas saya menuju tempat wudhu karena waktu shalat ashar sudah masuk.
Mendapati tempat wudhu yang kosong, hanya ada saya seorang, maka seusai berwudhu saya mematut diri di depan cermin, sedikit lama dan sedikit narsis, mumpung tidak ada orang.
Tidak lama berselang, masuk seorang gadis berkurudung merah. Dan begitu saling bertatapan saya langsung menyunggingkan senyum, untuk menutupi malu karena kepergok bergaya di depan cermin ^___^

Selintas saya seperti pernah melihatnya, tapi dimana ya???

????

Auk ah gelap, LUPA.

Namun tiba-tiba, gadis itu justru bergumam “Aduuuuh” sembari jari telunjuknya menempel di dahi, dan wajahnya tampak tengah berpikir keras sembari terus menatap saya (ini tidak didramatisir lhoo)
Dari wajahnya seakan-akan menunjukkan dua hal,

Pertama : ia tengah berpikir sesuatu,

Kedua : ia tengah melihat sesuatu yang sangat aneh di wajah saya.

Dan malangnya hasil spekulasi sementara saya, justru lebih cenderung pada point kedua.

Saya :Kenapa, ada yang aneh ya di wajah saya? (sembari tetap tersenyum meski tingkat kemanisannya sudah berkurang #@&%^$# )

Gadis berkerudung merah : Bukan..Bukan..Tapi maaf yaa..saya lupa nama kamu tadi siapa ya? Ina ya? atau noni? atau Iin ? aduuh sekali lagi maaf ya, kok saya bisa lupa, siapa ya nama kamu ? maaf lho ya…

Uups ternyata hasil spekulasi saya salah, yang tepat justru point pertama. Ternyata ia tengah berpikir keras tentang saya. Alhamdulilah, masih lebih baik dari pada point kedua.

Parahnya, yang saya katakan saat itu ialah sesuatu yang keluar dari lubuk hati saya yang paling dalam, menunjukkan hal yang sebenar-benarnya, sama sekali tanpa ada dusta.

Sesuatu yang tampaknya hanya akan memperburuk suasana, memperkeruh air yang telah keruh, atau apapun istilahnya.

 

Saya : ooh jadi kita pernah kenalan ya ??? Dimana ?? Kapan ya ?? aduuh maaf ya, kok saya bisa lupa ya…

Tuing…Tuing….Gubrak…..

Dengan wajah sama sekali tanpa rasa bersalah @__@!

Bosan ya membacanya ?

Tidak apa-apa, saya tidak akan marah kok (?)

Tapi jangan lupa ya, bukan hanya dibaca tapi ambil hikmahnya
pertama : don’t try it at home, kedua : silahkan ambil sendiri hikmah lainnya (?)

Baiklah, ini kasus pertama, dan karena sepertinya kamu sudah bosan membacanya ,
maka, untuk kasus yang berikutnya saya sampaikan di lain waktu saja,

kalau saya tidak lupa….

Author: my BlOg my Real

I'm a bird, I'm a flower, I'm a stone but the real, I'm a human slave of Allah, Inoy Trisnaini, itu namaku. Sudah terlalu banyak komentar tentang nama ini, ada yang mengatakan aneh,unik,lucu,bagus bahkan ada pula yang mengatakan jelek so what ?? it's my name. Mak, aku ialah hamba Allah dengan segala kekurangan dan kelebihanku. aku hanya seorang manusia biasa yang tengah berjuang untuk menjadi bukan manusia biasa, just do the best that I can do.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s