My Blog My Real

Sebuah Catatan Perjalanan Mengejar Mimpi

Duhai ibuku tersayang…

2 Comments

ibuku

Orang-orang yang ada disekelilingku layaknya pelangi, yang mewarnai hidupku,

Namun, orang tua layaknya mentari, yang menyinari hidupku, mengukuhkan betapa berharganya mereka bagiku.

Waah besok hari Ibu ya…

Ya, besok hari Ibu..

Meski jarak memisahkan kami, meski terbentang pulau, gunung, dan lautan yang membentang diantara kami.

Aku rasakan betapa dekatnya hati ini dengan hatinya..

Duhai, ibuku tersayang, bahkan di usia ku yang sudah bukan remaja ini lagipun, aku belum mampu memberikan apa-apa untukmu, meski aku tahu dirimu tak pernah meminta banyak dari ku, dirimu hanya meminta kebahagiaanku, kesuksesanku, keshalihanku, namun untuk diriku sendiri, sama sekali bukan untukmu

Duhai, ibuku tersayang, di usiaku yang tergolong telah dewasa inipun, aku masih belum mampu membuatmu bangga, meski aku tahu engkau selalu menyimpan rasa bangga pada anak-anakmu, tak perduli seberapa seringnya aku menyecewakan dan tak memenuhi harapanmu.

Duhai, ibuku tersayang, aku rasakan betapa dekatnya hati kita, tak jarang, ketika maksud hati ingin menghubungimu, mendengar lembut nan merdu suaramu, ternyata engkau telah lebih dahulu menghubungiku.

Duhai ibuku tersayang, aku rasakan betapa kuat ikatan hati kita, tak jarang, ketika hati ini begitu rindu, ketika pikiran ini tak tentram, bahkan ketika fisik ini tak sehat, engkau seakan tahu dan merasakannya pula, dan segera menghubungiku, justru disaat begitu kuat aku menahan perasaan agar tak menghubungimu, agar tak tertangkap olehmu tentang kondisi putrimu yang sedang tak baik, begitu khawatirnya aku akan tertangkap olehmu kegundahan hati ini melalui getar suara ini, getar suara yang menahan rasa yang membuncah itu, rasa rindu padamu.

Duhai, ibuku tersayang, aku ingat dan akan selalu aku ingat betapa besar rasa cinta dan sayangmu pada putrimu ini. Betapa sedihnya dirimu, begitu melihat putrimu menggunakan baju yang terlihat jahitan/tambalan disana, sedangkan disaat yang sama, engkaupun justru tengah menggunakan baju dengan jahitan dan tambalan yang jelas tertangkap oleh mata.

Duhai ibuku tersayang, esok adalah harimu, harimu sebagai Ibu.

Hari yang justru ketika itu, aku tak mampu duduk di dekatmu, mencium takzim telapak tanganmu dan menatap wajahmu yang telah menampakkan kerutan-kerutan, yang bagiku menambah terlihat cantik dirimu di mataku

Duhai ibuku tersayang, engkaulah seseorang yang selalu mampu membuatku ingin lekas pulang dan menatap wajahmu, namun engkau pula seseorang yang selalu mampu membuatku untuk tetap tegak bertahan disini, menanti waktu terbaik untuk bertemu dengan dirimu, dengan membawa persembahan terbaik dariku.

Duhai, ibu tersayang, begitu seringnya engkau mengatakan padaku, agar tak pergi jauh darimu, agar selalu berada di dekatmu. Meski kenyataannya, keegoanku, ambisiku, impian-impianku, terus membawaku jauh darimu.

Tapi, duhai ibuku tersayang, diakhir semua ini, begitu ingin aku untuk tetap selalu berada di dekatmu, merasakan selalu lembut sentuhanmu, setelah mampu ku bawakan dan ku persembahkan sesuatu untukmu, sesuatu yang terbaik yang mampu ku berikan padamu.

Duhai ibuku tersayang, esok adalah harimu insya Allah, meski tak mampu ku ucapkan langsung padamu.

Esok adalah hari Ibu, Namun, ku tahu, bagimu setiap hari adalah hari anak, sebab setiap hari selalu kau persembahkan yang terbaik bagi anak-anakmu ini.

Duhai Ibu, menatap wajahmu, mengingat kasih sayangmu, merasakan lembut sentuhanmu, membuatku semakin bersyukur, bersyukur dilahirkan sebagai seorang wanita, karena ku ingin seperi dirimu.

Duhai ibuku tersayang…

Author: my BlOg my Real

I'm a bird, I'm a flower, I'm a stone but the real, I'm a human slave of Allah, Inoy Trisnaini, itu namaku. Sudah terlalu banyak komentar tentang nama ini, ada yang mengatakan aneh,unik,lucu,bagus bahkan ada pula yang mengatakan jelek so what ?? it's my name. Mak, aku ialah hamba Allah dengan segala kekurangan dan kelebihanku. aku hanya seorang manusia biasa yang tengah berjuang untuk menjadi bukan manusia biasa, just do the best that I can do.

2 thoughts on “Duhai ibuku tersayang…

  1. Thanks dah sharing, tulisannya sangat menyentuh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s